Phoebus Update

Menerapkan Gaya Hidup Ramah

Lingkungan di Rumah Anda

25 April 2024

Dampak Perubahan Iklim di Indonesia sudah semakin terasa. Peningkatan suhu mengubah pola cuaca dan mengganggu keseimbangan alam. Suhu yang lebih tinggi meningkatkan jumlah kasus penyakit terkait panas. Kebakaran hutan lebih mudah terjadi dan lebih cepat menyebar. Badai destruktif menjadi lebih kuat dan lebih sering terjadi di banyak wilayah. Seiring dengan meningkatnya suhu, semakin banyak air yang menguap. Pemanasan global juga menyebabkan peningkatan risiko kekeringan pertanian yang akan mempengaruhi tanaman, serta kekeringan ekologis yang akan meningkatkan kerentanan ekosistem.


Untuk menanggulangi pemanasan global setiap kita dapat memulainya dari rumah kita sendiri. Kita dapat memulai dengan mengubah gaya hidup  kita sehari-hari yang berkontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global. 


Penggantian lampu di rumah dengan lampu LED yang lebih hemat energi, mematikan alat lampu atau ac saat meninggalkan ruangan kosong, penggunaan air suhu ruang untuk mandi, minum, memanfaatkan energi terbarukan dari matahari dengan memasang sistem panel surya di rumah Anda. 

Kita dapat menggunakan tas belanja sendiri saat berbelanja bahan makanan, menggunakan botol minum yang dapat digunakan kembali, menggunakan produk-produk yang produksi secara ramah lingkungan, mudah terurai dan dapat didaurulang. 

Memisahkan sampah anorganik sehingga dapat didaurulang di sentra pengolahan sampah. 

Bahan makanan terpakai dan tidak terbuang karena busuk.

Mengumpulkan sampah organik untuk diolah menjadi pupuk. 

Produksi makanan nabati menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih sedikit. 

       Baterai untuk peralatan elektronik dapat digunakan lebih lama.

Membuka kran dan shower lebih kecil sehingga air yang mengalir lebih hemat. Menutup kran saat menyikat gigi. Menampung air di kolam untuk mengairi tanaman. 

Menerangi rumah siang hari dengan cahaya matahari

Bagaimana cara mengurangi 

polusi udara di kota Anda?

25 Juni 2023

Polusi udara merupakan salah satu ancaman lingkungan yang dapat membahayakan kesehatan. Dengan mengurangi polusi udara negara dapat mengurangi masalah kesehatan seperti stroke, penyakit jantung, kanker paru-paru dan penyakit gangguan pernapasan lainnya termasuk asma. Tahun 2019, 99% populasi dunia hidup dengan kualitas udara yang tidak mencapai level standart WHO (World Health Organization). Polusi udara diseluruh dunia menyebabkan 4,2 juta kematian pada usia belum dewasa (di bawah usia kematian rata-rata populasi). 


Mengatasi polusi udara adalah salah satu langkah untuk melindungi kesehatan masyarakat. Kebanyakan sumber polusi udara berada diluar kontrol individu dan membutuhkan dukungan dari pembuat kebijakan dan kesadaran masyarakat.


Ada banyak contoh langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi polusi udara:


Dalam bidang industri:

Teknologi yang menhasilkan energi ramah lingkungan seperti PLTS yang mengurangi asap hasil pembakaran bahan bakar fosil. Memperbaiki management limbah pertanian serta mengolah gas methane dari limbah sebagai pengganti gas bumi. 


Dalam bidang energi:

Memastikan akses yang terjangkau untuk energi bersih terbarukan bagi rumah tangga. 


Dalam bidang transportasi:

Menggunakan kendaraan dengan energi bersih terbarukan, mengutamakan penggunaan transportasi umum, berjalan kaki, dan bersepeda.


Dalam bidang tata kota:

Meningkatkan energi efisiensi untuk gedung dan bangunan dan membuat kota lebih hijau. 


Dalam bidang pembangkit energi:

Meningkatkan penggunaan bahan bakar rendah emisi (energi matahari,angin atau pergerakan air),bersama menghimbau masyarakat untuk menggunakan PLTS Atap sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.


Dalam bidang manajemen limbah kota dan pertanian:

Strategi menghimbau pengurangan limbah, pemisahan limbah antara limbah organik dan anorganik, mendaur ulang limbah. Memproses limbah menjadi alternatif sumber energi seperti biogas.



Untuk Info lebih lanjut